Baru-baru ini gw tertarik untuk menulis cerita fiksi , dan akhirnya belajar buat nulis cerita fiksi tersebut. Sekilas tentang cerita fiksi m...
Baru-baru ini gw tertarik untuk menulis cerita fiksi , dan akhirnya belajar buat nulis cerita fiksi tersebut. Sekilas tentang cerita fiksi menurut gw (seorang Imam dari lembah tak bertuan) fiksi adalah cerita dari seorang penulis yang dimana penulis tersebut harus memiliki jiwa khayal dan jiwa terawang yang tinggi terhadap alam bawah sadar, sehingga membuat relax dan mempu mencurahkan isi hati tanpa harus ditutup-tutupi.
Sekilas terlihat seperti semboyan acara tipi Ayu Kayu ya.
Dan gw ga termasuk dalam kriteria tersebut.
Ya gw maksa, gw terlalu maksain untuk hal ini.
Belajar nulis fiksi ternyata ga segampang mecahin piring didapur, tinggal lempar kearah yang tepat sasaran prannnnng, celoteh mautpun bertebaran dari si Emak.
Gw coba berkali-kali, belum berlaut-lautan masih dalam bentuk kali. Dan hasilnya gitu-gitu aja, flat ga ada karakter disana.
Mungkin orang bakal geleng kepala ketika baca artikel fiksi gw. Mereka membatin dalam hati(bukan dalam kali) "ini gila, penulisnya gila ini, bikin gw terdiam seribu lima ratus bahasa, sedikitpun ga ada yang gw ngerti". mengharukan.
barusan gw cerita sama temen gw yang rada-rada, dan memiliki hobby yang aneh, dari bobo gaya pistol sampai makan dengan mulut imut dan bawah terkentut. Gimana sih makan dengan mulut imut itu? ntar akan gw bahas di artikel selanjutnya. jadi ada saran yang tak tersirat namun tersurat dari do'i. Ayo kita lihat sama-sama teman cuplikannya, siapkan kacamata 3 Dimensi kalian, untuk jaga-jaga gunakan safety belt yang ada di kiri dan kanan pundak anda(khusus cewe) :
ahhhh semfaaaak seorang Ali bin Wahab aja prihatin sama keluh kesah gw, apa lagi Wahab bin Ali. pasti bakal langsung berbela sungkawa kalo tau penderitaan gw. Wahab bin Ali siapa ya? aduuuuh maafin gw mon telah mencemarkan nama baikmu yang sudah tercemari.
Sekilas terlihat seperti semboyan acara tipi Ayu Kayu ya.
Dan gw ga termasuk dalam kriteria tersebut.
Ya gw maksa, gw terlalu maksain untuk hal ini.
Belajar nulis fiksi ternyata ga segampang mecahin piring didapur, tinggal lempar kearah yang tepat sasaran prannnnng, celoteh mautpun bertebaran dari si Emak.
Gw coba berkali-kali, belum berlaut-lautan masih dalam bentuk kali. Dan hasilnya gitu-gitu aja, flat ga ada karakter disana.
Mungkin orang bakal geleng kepala ketika baca artikel fiksi gw. Mereka membatin dalam hati(bukan dalam kali) "ini gila, penulisnya gila ini, bikin gw terdiam seribu lima ratus bahasa, sedikitpun ga ada yang gw ngerti". mengharukan.
barusan gw cerita sama temen gw yang rada-rada, dan memiliki hobby yang aneh, dari bobo gaya pistol sampai makan dengan mulut imut dan bawah terkentut. Gimana sih makan dengan mulut imut itu? ntar akan gw bahas di artikel selanjutnya. jadi ada saran yang tak tersirat namun tersurat dari do'i. Ayo kita lihat sama-sama teman cuplikannya, siapkan kacamata 3 Dimensi kalian, untuk jaga-jaga gunakan safety belt yang ada di kiri dan kanan pundak anda(khusus cewe) :
| antara saran dan pelecehan itu ga jauh beda |
Awalnya gw berencana membuat fiksi yang sedikit ada bumbu komedinya gitu, dan hasilnya gw gagal dengan terhormat. Contohnya artikel gw yang ini Lika Tak Berliku isinya biasa biadab bangettttssss, bangetnya pake ssss lagi.
Pecaaaah ... pecah perasaan gw bacanya. Kenapa ini begitu payah!
Susah minta ampun. nah ini, si Susah salah apa coba, sampe minta ampun gitu. Apa si Susah yang ngehamilin si Susih anaknya Mbah Surosoh yah. haaaaaaaaaaaaah, bedebah banget bahasanya.
Balik ke problem gw, tentang Artikel Fiksi gw
ngeliat judulnya aja gw udah terhenyak, nafas gw sesak, ubun-ubun gw mendadak mendidih mendongok bahkan menobrak-dobrak ga jelas, dan gwga berak dicelana. Akhirnya gw buka celana, #ehhhhh(sorry)
ohhhhh godddd, akhirnya gw sadar, gw ngambil keputusan yang berat dalam hidup , ninggalin angan-angan untuk menulis fiksi. gw bilang
"Fiksi kayanya kita ga bisa ngelanjutin ini, kita stop sampai disini, mungkin kamu lebih cocok sama Dia"
Fiksi pun diam dan merasa tak bisa berbuat apa-apa untuk nahan gw yang terlanjur hancurrrr.
Terlalu dangkal otak gw untuk hal ini(menulis fiksi). Serasa jiwa gw lepas dari raganya, melayang dan konten cerita gw semua semu,sob. Penuh khayal yang ga jelas.
Ini bukan gw!
Konyol(tanpa "T"), iya ini lebih konyol dari girl band yang kekanak-kanakan itu. Seorang yang bego dan penuh tato di pantatnya membuat cerita Fiksi? ini ga laziim, kedengarannya seperti Alay yang tobat dengan sendirinya. Atau terlalu dini bagi gw untuk menjamah dunia Fiksi. Bahkan gw belum punya jam terbang untuk ini. Menyelesaikan tugas SD tentang mengarang bebas pun gw harus berhadapan dengan remedial 2 kali.
well, finally , gw tinggalin cerita fiksi gw tanpa belas kasihan. Tapi ga bakal gw hapus cerita itu dari blog ini, karena seenggaknya gw pernah punya karya fiksi, walaupun seadanya.
dan lanjut dengan cerita-cerita absurd yang cenderung penuh komentar hina terhadap lingkungan sekitar bahkan buat diri gw sendiri. Menurut gw orang yang mau menghina dirinya sendiri itu orang yang hebat, karena ketika dihina sama orang lain dia akan menanggapinya biasa sahhhhhajaaaa. icikiwirrrrlah.
Gw bakal nulis lagi tentang hal-hal yang bersifat aneh menurut gw, sehingga layak untuk diperbincangkan. hoooooek cuiiiih.
Dan gw harus konsisten dengan ini. seperti halnya Mak Tatik yang konsisten dengan profesi tukang urutnya, dia menolak ketika ditawarin jadi cover model sebuah majalah.Ya, cover majalah yang berisi katalog alat-alat kematian seperti kain kafan anti robek, atau tali pocong berenda.
makanya kita harus waspada, waspadalalah, waspadalaalah. double hoeeeek cuihhh ini ga nyambung ini.
Itulah tentang betapageram gelisahnya gw tentang tulisan fiksi gw.
Akhirnya gw memilih yang menurut gw suitable dengan keahlian gw, caaaaaah ahliiii, ahli ngeles keles tanpa wolesss dan streeees. Ya, gw sekarang bakal lanjut nulis tentang hal absurd yang tidak manusiawi.
Special thanks to
Ali Bin Wahab
Mak Tatik
seeee ya , yaaa see. santaaayajeseeeee
Susah minta ampun. nah ini, si Susah salah apa coba, sampe minta ampun gitu. Apa si Susah yang ngehamilin si Susih anaknya Mbah Surosoh yah. haaaaaaaaaaaaah, bedebah banget bahasanya.
Balik ke problem gw, tentang Artikel Fiksi gw
ngeliat judulnya aja gw udah terhenyak, nafas gw sesak, ubun-ubun gw mendadak mendidih mendongok bahkan menobrak-dobrak ga jelas, dan gw
ohhhhh godddd, akhirnya gw sadar, gw ngambil keputusan yang berat dalam hidup , ninggalin angan-angan untuk menulis fiksi. gw bilang
"Fiksi kayanya kita ga bisa ngelanjutin ini, kita stop sampai disini, mungkin kamu lebih cocok sama Dia"
Fiksi pun diam dan merasa tak bisa berbuat apa-apa untuk nahan gw yang terlanjur hancurrrr.
Terlalu dangkal otak gw untuk hal ini(menulis fiksi). Serasa jiwa gw lepas dari raganya, melayang dan konten cerita gw semua semu,sob. Penuh khayal yang ga jelas.
Ini bukan gw!
Konyol(tanpa "T"), iya ini lebih konyol dari girl band yang kekanak-kanakan itu. Seorang yang bego dan penuh tato di pantatnya membuat cerita Fiksi? ini ga laziim, kedengarannya seperti Alay yang tobat dengan sendirinya. Atau terlalu dini bagi gw untuk menjamah dunia Fiksi. Bahkan gw belum punya jam terbang untuk ini. Menyelesaikan tugas SD tentang mengarang bebas pun gw harus berhadapan dengan remedial 2 kali.
well, finally , gw tinggalin cerita fiksi gw tanpa belas kasihan. Tapi ga bakal gw hapus cerita itu dari blog ini, karena seenggaknya gw pernah punya karya fiksi, walaupun seadanya.
dan lanjut dengan cerita-cerita absurd yang cenderung penuh komentar hina terhadap lingkungan sekitar bahkan buat diri gw sendiri. Menurut gw orang yang mau menghina dirinya sendiri itu orang yang hebat, karena ketika dihina sama orang lain dia akan menanggapinya biasa sahhhhhajaaaa. icikiwirrrrlah.
Gw bakal nulis lagi tentang hal-hal yang bersifat aneh menurut gw, sehingga layak untuk diperbincangkan. hoooooek cuiiiih.
Dan gw harus konsisten dengan ini. seperti halnya Mak Tatik yang konsisten dengan profesi tukang urutnya, dia menolak ketika ditawarin jadi cover model sebuah majalah.Ya, cover majalah yang berisi katalog alat-alat kematian seperti kain kafan anti robek, atau tali pocong berenda.
makanya kita harus waspada, waspadalalah, waspadalaalah. double hoeeeek cuihhh ini ga nyambung ini.
Itulah tentang betapa
Akhirnya gw memilih yang menurut gw suitable dengan keahlian gw, caaaaaah ahliiii, ahli ngeles keles tanpa wolesss dan streeees. Ya, gw sekarang bakal lanjut nulis tentang hal absurd yang tidak manusiawi.
Special thanks to
Ali Bin Wahab
Mak Tatik
seeee ya , yaaa see. santaaayajeseeeee