Seorang Budi menderita diare akut dengan volume pengeluaran 0.5kg per- pup. Dengan frekuensi rata-rata 3 kali pup per 5 jam. Component y...
Seorang Budi menderita diare akut dengan volume pengeluaran 0.5kg per-pup. Dengan frekuensi rata-rata 3 kali pup per 5 jam. Component yang dikeluarkan berupa padat air, dengan kondisi lembek.
Pertanyaannya berapa jumlah keseluruhan volume pengeluaran Budi selama ini? jika Budi telah mengidap diare tersebut selama 3 minggu belakangan ini.
*Ada hadiah menarik untuk yang bisa menjawa pertanyaan gw diatas
Hadiahnya bisa lihat disini HADIAH, gw fotoin ntar tinggal temen-temen pilih sendiri.
Kemaren pulang kerja gw dikagetkan dengan fenomena unik. Jadi, biasanya kalo baru sampe, gw menenangkan diri sejenak di depan kosan. Selepas membuka sepatu gw bersandar di tiang teras kosan . Lagi enak-enaknya menikmati ketenangan disore nan damai itu, tiba-tiba gw tersentak dikagetkan dengan teriakan histeris dari seekor kucing, gw bangkit mencoba cari sumber suara tersebut. Cukup lama gw mencari erangan demi erangan tersebut, batin gw bertanya-tanya "apa gerangan yang terjadi dengan kucing malang ini?" setalah mengitari kesana kemari ga terlihat ada tanda-tanda ada kucing disini. gw coba untuk melihat kearah belakang. betapa kaget dan terhenyaknya ketika pemandangan tersebut ada didepan mta gw. Seekor kucing manis digagahi oleh sebiji kucing lusuh, gembel dan penuh luka. Ya, ada sepasang kucing beradu ilmu disana.
"Assss***** . damn, kenapa cuma d*gy style!" kata gw dalam hati.
Ini kalo di dunia permanusian kayak adegan Miyabi melakukan D*ggy dengan tukang becak. bedanya kalo kucing, dia tidak bisa melakukan posisi Women On Top(WOT)
tidaaaaakkkkkkkkkk! tempat gw ternodai oleh sepasang hewan yang sedang dilanda horny.
Dengan perasaan menyesal dan tidak keenakan karena ini akan mengganggu pergulatan birahi mereka berdua, gw mengambil sapu dikamar mencoba untuk mengusir mereka.
Dengan menyampingkan tubuh karena gw ga kuasa melihat wajah keduanya, gw menyodok-nyodokkan sapu itu kearah mereka. "hussssss, hussss. pergi! kalo mau kaya ginian sono sewa kamar melati" gw berusaha mengusik mereka.
"hrrrrrrrrrr, hrrrrrrrrr eonggggg!"
Ternyata mereka tak menggubris gw.
Ga putus asa, gw memutar mencoba membelakangi mereka, gw sodok benda berbiji milik sijantan.
"duk!" dengan sekejap mereka berdua terlepas, dan berlarian sambil meraungggg.
haaaaah, hela gw, akhirnyaaaaa.
masih terduduk sambil melihat mereka berdua berlari-lari kecil dan mengeong "maafin gw cing!" kata gw dalam hati.
mungkin mereka nyeletuk satu sama lain. "dasar manusia tidak ber-perikekucingan".
Fiuuuuh gw menghela nafas sembari menghempaskan badan gw kekasur, akhirnya gw bisa mengusir 2 kucing labil tadi. Hina banget gw harus menyaksikan dua binatang berzina.
well, no problem, yang penting semua sudah terkendali dan sekarang desahan si perempuan ga terdengar lagi di telinga gw.
Mungkin karena kelelahan akhirnya gw tertidur. Dan gw ga inget apa-apa yang terasa hanya damai.
sampai akhirnya gw ngerasa kebangun.
waktu gw liat HP, anjriiiit, jam 10. Gw kesiangan.dalam keadaan kalut akhirnya gw putusin buat bolos kerja hari ini.
gw bangkit , membersihkan diri. ga kerasa udah siang. terasa bosen banget hari itu bagi gw, dan ga tau gimana ceritanya gw udah berada disuatu taman di daerah tempat gw(tangerang).
lagi asyik bersandar di sebuah kursi tiba-tiba ada yang menepuk pundak gw dari belakang,
"ko sendirian?" sambil melangkah kedepan dan duduk disebelah gw.
bengong dan rasa ga percaya " ko bisa ada disini Ra?" gw balik nanya.
"ya, ini aneh. kenapa ada Rara disini. bukannya seharusnya dia dijakarta berkumpul bersama keluarga cemaranya" batin gw.
"gw kesini sengaja mau ketemu lu, Ky" kata Rara.
masih dengan keadaan bengong, "ko lu bisa tau gw disini?" gw nanya lagi.
"dunia ini kecil, gampang sih kalo buat cari lu" kata Rara sambil tersenyum.
"oh gitu, si Al mana?" gw nanya cowonya.
Rara menunduk, dan matanya berkaca-kaca.
"ternyata dia ga sebaik yang gw kira, Ky" terdengar lirih suaranya.
dan air mata mulai menetes di pipi manisnya.
"3hari yang lalu dia mutusin gw" rara meneruskan ceritanya.
Panjang lebar dia cerita. sampai pada puncaknya Rara teriak.
"Melkyyyy!, kenapa dia jahat banget sama gw!" sambil nangis dan memukuli pundak gw.
"sabar Ra, sabar" kata gw sambil nenangin dengan nada bego.
tapi makin lama makin kenceng, dia nepuk-nepuk pundak gw.
"Mel, melkyyyy. Melky bangun mel"
gw kaget dan langsung terbangun.ahhhhh semmmmfaaaak. ternyata mimpi.
Gw masih terduduk bengong, didepan gw ada si Boy teman gw, yang ngkos di sebelah gw.
"ga papa Mel?" tanya nya sambil menepuk-nepuk pipi gw.
"ga, ga papa boy" kata gw sambil menggelengkan kepala.
"tadi gw mimpi" lanjut gw.
dengan wajah sumringah"mimpi apa lu?" "cerita ke gw, siapa tau besok keluar" serunya sambil mendekatkan jarak ke gw.
dasar otak togel. akhirnya gw kerjain.
"tadi gw mimpi buruk boy". kata gw ngarang.
"jadi dalam mimpi, gw melihat nenek lu loncat dari gedung tingkat 5" lanjut gw.
"masa sih, nenek gw kan udah ga ada" dia menyela.
"sempat bikin panik sih boy, tapi waktu dilihat ga ada apa-apa boy, nenek lu lenyap gitu aja, ga ada bekas kalo dia jatoh tuh dari gedung, jangan 2 dia belajar ilmu ngilang ya" lanjut gw, ngibulin si boy.
"ini 6329!" serunya dengan lantang.
"lah, lu kenapa bangunin gw?" tanya gw.
"ini, anterin gw yuk ke Mak Tatik, ga tau kenapa badan gw pada pegel pengen dipijet" kata dia
yaaaahhhhhhhhhh,
Akhirnya gw nganterin si boy dan mimpi indah gw bersama Rara mesti terhenti, ahhhh kampreeeet
padahal bisa aja gw jadian saat dia curhat tadi. Walaupun cuma dalem mimpi. hahahaha
well akhirnya gw nganterin si boy buat pijet(tanpa plusplus).
pulangnya gw coba untuk tidur lagi, dan berharap bisa bermimpi lagi bersama Rara, tapi itu tidak terjadi. ahhhhh shittttt!