Masa-masa SMA adalah masa yang sangat indah, itu menurut gw. Mungkin hampir semua orang akan sependapat tentang hal ini, gw juga ga tau, at...
Masa-masa SMA adalah masa yang sangat indah, itu menurut gw. Mungkin hampir semua orang akan sependapat tentang hal ini, gw juga ga tau, atau mungkin ada orang yang zaman TK-nya lebih seru dari pada masa-masa di SMA. Masa dimana kita merasa kitalah pemegang kendali saat itu, kitalah yang paling jaya, paling gahol, dan apa semacamnyalah. Inilah dimana anak SMA selalu menemukan masalah dengan yang namanya pergaulan. Kadang semua berubah menjadi drastis tanpa dramatis, yang zaman SMP-nya cupu jadi gahol dan keren. Dari ga pernah pake minyak rambut sape jadi makhluk aneh yang kemana-mana bawa Gatsby sachetan disaku, yang cewek dulu bibir berminyak karena makan gorengan, sampai akhirnya ketergantungan lipsgloss demi mendapatkan bibir basah nan sensual.
****
Hari pertama menjadi bocah SMA. Yeeeaaaah gw udah menjadi orang gede teriak gw dalam hati.
Dihari pertama sekolah, gw dan temen-teman baru gw saling memperkenalkan diri untuk mengingat adat "tak kenal mak tak sayang". Kalo gw ngga! Menurut gw ini penting karena "tak kenal maka tak bisa nyontek nanti". Makanya gw menjadikan ini moment penting untuk memantau mana murid yang bertampang pinter dan mana yang bertampang dungu.
Pak Muchtar. perawakan standar guru yang tegap dan berkumis tebal. Tadinya gw sempat mikir dan nanya dalam hati Pak Muchtar ini orang bermarga Sitompul, atau Siregar ya? atau jangan-jangan dia beraliran Bagan si Api-Api? Tapi setelah dia mengenalkan dari akhirnya semua pikiran buruk gw tentang dia hilang dan terjawab sudah. Pak Muchtar adalah orang jawa. Yaa jawa, jawa tulen lagi! Semua terbaca dari logat dan bahasanya. Bahkan untuk mengucapakn salam dalam bahasa inggris pun dia tetap pada kemedokannya.
"syukurlah, wali kelasnya orang jawa" gumam gw. Karena menurut gw orang jawa sedikit lembut dalam mendidik, dan penuh kesabaran.
Setelah selesai memperkenalkan diri Pak Muchtar menunjuk gw untuk memulai sesi perkenalan antar murid pagi itu.
Mungkin Pak Muchtar bukan orang yang menganut faham "ladies first", kenapa mesti gw yang jadi tunjukan pertamanya? padahal gw udah memilih tempat duduk terpojok dikelas itu.
Akhirnya gw berdiri dari tempat duduk, dan geser berniat untuk maju kedepan kelas.
tiba-tiba
"Nda usah, sudah perkenalkan dari sana saja" Pak Muchtar menghentikan gw, sambil menunjuk tepat ditempat gw berdiri.
"Perkenalkan nama saya Melky Fahriandi Utama, lahir malam jumat kliwon tanggal 19 bulan september 1991. Saya berasal dari SMPN 5 Kota Indah, alasan saya memilih sekolah ini, karena ini merupakan sekolah favorit dikota ini. Dan memang cita-cita saya untuk belajar disini". gw mulai memperkenalkan diri dengan singkat dan padat.
"ada yang mau ditanyakan tentang saya?" lanjut gw bertanya sekaligus ingin mengakhiri perkenalan yang menggrogikan itu.
Ya, gw grgogi waktu itu. Untuk tampil seperti itu aja gw grogi, apalagi kalo pidato didepan khalayk umum. ahhh semfffak. Gw emang orang yang payah!
Well, satu persatu pertanyaan aneh dilemparkan ke gw saat itu, dari hobby, sampai pertanyaan yang ga penting menurut gw "Mel, kamu siapanya Mely Guslow?"
Ya, gw grgogi waktu itu. Untuk tampil seperti itu aja gw grogi, apalagi kalo pidato didepan khalayk umum. ahhh semfffak. Gw emang orang yang payah!
Well, satu persatu pertanyaan aneh dilemparkan ke gw saat itu, dari hobby, sampai pertanyaan yang ga penting menurut gw "Mel, kamu siapanya Mely Guslow?"
"hmmmm Aku ade angkat dari ade angkatnya ade kandung mba Melly".
Setelah melewati hiruk pikuk perkenalan, dan sempat melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang gw buat sebagai pembalasan dendam terhadap pertanyaan mereka yang tadi, akhirnya sesi perkenalan ini selesai dan bel istirahatpun berbunyi.
Lega, gw menghela nafas sambil berjalan keluar dari kelas. Ga kerasa hampir 3 jam kelas ini menjalani sesi saling kenal mengenal yang seru.
Gw perhatiin disekitar, ga jauh beda murid-murid dari kelas lainpun keluar dengan wajah sumringah sambil tertawa-tawa kecil bersama teman barunya.
lagi asiknya memperhatikan semuat itu tiba-tiba seseorang menepuk pundak gw dari belakang.
Gw perhatiin disekitar, ga jauh beda murid-murid dari kelas lainpun keluar dengan wajah sumringah sambil tertawa-tawa kecil bersama teman barunya.
lagi asiknya memperhatikan semuat itu tiba-tiba seseorang menepuk pundak gw dari belakang.
"wei ke kantin yuk".
Sejurus kemudian dia sudah berada sejajar disamping gw.
Ternyata si Riski, anak sekelas yang gw tanyain tentang berapa jumlah lemak yang dia konsumsi setiap hari untuk menghasilkan tubuh yang begitu buntalnya tadi.
"lu mau hipnotis gw ya?" negative thinking gw keluar.
"ahh lu, kebanyakan nonton Tommy Rafael".
"ayo kekantin" lanjutnya dengan gerakan kepala sekaligus memberi kode ajakan kepada Chandra, Reky dan Satria yang ada disebelah kita.
Akhirnya kita berlima berjalan menuju kantin sambil ngobrol untuk lebih mengakrabkan satu sama lain. Mulai cerita tentang SMP, sampai cerita tentang bulu halus yang mulai tumbuh di bagian tubuh tertentu*ketek. Yang menggambarkan tentang seorang pria yang sudah menemukan kejantananya.
Sampai dikantin yang sesak dengan anak-anak berseragam putih abu-abu, ada juga yang masih menggunakan seragam putih biru, seperti halnya kita berlima.
Ada tawa ejekan yang begitu puas dari senior yang melihat kita ketika memasuki area kantin tersebut.
Mungkin mereka puas dengan kelakuan mereka ketika masa orientasi kemaren, ya dia yang tertawa waktu itu sukses membuat gw malu disaat MOS.
"Coba kamu, tirukan gaya lincah Duo Ratu".
Akhirnya gw nurutin kehendaknya dengan menirukan gaya yang menggeliat-geliat sambil teriak "cukuplah saja berteman dengaku, wouuuuwooooo".
Hasilnya tertawa yang mencemoohkan meledak di antara murid yang saat itu juga sedang melaksanakan masa orientasi tersebut.
aaaaahhh, gw tepis kejadian menggelikan itu dari ingatan gw.
"Teeeeeeeeeeeeet!!!!"
Suara itu berulang selama 3 kali, Ga kerasa bell masuk berbunyi, menyadarkan kami berlima untuk kembali ke kelas.
"terus habis ini kita ngapain ya?" tanya gw di tengah perjalanan menuju kelas.
"yahhhh, paling mencatat jadawal pelajaran dan jadwal piket." Satria menimpali pertanyaan gw.
"iya lah, ga mungkin kita langsung belajar hari ini" Reky menambahkan.
"mungkin beberapa hari ini, hanya akan membahas struktur kelas dan segala macamnya lah". lanjutnya lagi.
Sementara Riski dan Chandra hanya manggut-manggut mencerna dan mengerti yang kami bertiga bicarakan.
Sampai didalam kelas sudah terlihat suasana yang sedikit akrab dari sebelumnya, saling berkenalan lebih dekat karena sesi perkenalan tadi mungkin belum begitu puas bagi mereka untuk saling bertanya.
Ga lama Pak Muchtar masuk kelas, secara serentak suara deritan kaki kursi yang bersentuhan dengan lantai keramik pun menjadikan kelas itu kisruh sebentar tenang kembali.
"Baiklah, ini jadwal pelajaran kalian". sambil mengluarkan selembar kertas HVS yang berisi deretan pelajaran.
"coba kamu tulis ini dipapan tulis" lanjut Pak Muchtar sambil memberikan lembar kertas tadi kepada Lecca Mutiara yang duduk tepat didepan dia berdiri.
Setelah semua selesai mencatat salinan yang ditulis Lecca dai papan tulis tadi, Pak Muchtar melanjutkan pembicaraannya.
"Nah baiklah, sekarang kita menyusun struktur kelas ini" katanya memulai.
Dari pembicaraan tersebut akhirnya terbentuklah struktur kabinet Kelas X3 bersatu.
Gw sendiri ditunjuk sebagai seksi kebersihan, setelah melewati perdebatan yang berat karena gw ga mau menduduki posisi tersebut,
"jangan gw dong, gw orangnya kotor, jorok." kata gw kepada Lecca yang saat itu resmi menjadi sekretaris kelas.
"kadang mandi aja ga sabunan" lanjut gw mencoba jujur.
Tapi, tetap saja gw yang dipilih. alasannya " gppa mel, supaya lu bisa terapin dikehidupan lu yang kotor itu mel" Riski berkata, seolah hidup gw hina dan kotor banget.
akhirnya gw ambil dan ga ada salahnya juga menurut gw, siapa tahu dengan ini gw bisa menjadikan hidup gw lebih bersih dari sebelumnya.
Yah hari itu gw resmi menjabat Seksi Kebersihan. Tugas gw mengontrol siapa saja yang piket setiap harinya, dan wajib melapor jika ada yang lari dari tugas dan kewajiban tersebut kepada ketua kelas yang dijabat oleh Satria Mahardika.
"Teeeeetttttt!!!!" bunyi itu berkumandang lagi selama 3 kali. Dan kali ini mempertandakan jam belajar mengajar untuk murid kelas 1 berakhir hari itu.
Gw pulang kerumah sama seperti anak lainnya. Mungkin ada yang pulang ke rahmatullah? ga, karena ga ada berita buruk untuk hari ini.
Dan gw siap untuk menjalani kehidupan anak SMA besok.
****
Bersambung ya ... :)
****