Mungkin lebih dari satu milyar penduduk didunia menderita penyakit mendengkur saat tidur atau sleep apnea dalam bahasa medisnya dan ...
Menurut gw, ngorok itu semacam adaptasi fisiologi dari manusia yang mungkin memiliki alergi gigitan nyamuk, yang mana kulit mereka akan melepuh jika terkena gigitannya. Jadi, mereka melakukan adaptasi fisiologi yang merupakan penyesuaian diri ketika bahaya mengancam, dengan ngorok mungkin bisa mengusir nyamuk-nyamuk nakal yang berada disekitarnya. Ya, sebagai antisipasi terhadap ancaman. Seperti bunglon berubah warna menyerupai apa yang dihinggapinya untuk melindungi diri. Ini menurut gw *lupakan saja.
Dulu, gw punya temen satu kosan yang mengidap penyakit ini. Sebut saja Kepet, bertubuh kekar dan memliki otot leher sebesar jari kelingking, sekilas seperti Carlos Teves. Andai saja irama dalam ngorok itu bisa diatur, mungkin gw bisa request ke Kepet ngorok yang beraliran jazz, terus gw rekam dan jadiin CD demo untuk kemudian gw kirim ke label-label musik. Ga kebayang gw kalo itu terjadi. Waktu Kepet terbangun dia menemukan dirinya sudah sukses dengan Album NgorockJazz-nya yang terjual 1juta copy. Dan gw bakal jadi seorang manajer yang sukses. Ahhhh sedap banget, Peeeet.
Gw pernah iseng nanyain ini ke Kepet.
"Pet, kenapa sih lu bisa ngorok?"
"kecapean kali bro."
"tiap tidur lu pasti ngorok Pet, masa kecapean mulu."
"biarin lah, selama ga ganggu kesehatan gw. Gw sih ga masalah, Mel."
Iya lu nya ga masalah Pet, nah bagi gw yang dengerinnya itu sangat mengganggu.
***
Sebagian orang ada yang mengeluh dengan hal ini, dan menganggapnya sebagai ketidak normalan. Dan ada juga yang cuek, contohnya si Kepet. Tapi hati-hati, ada resiko bahaya bagi penderita dari ngorok atau mendengkur. Mendengkur tidak boleh diremehkan. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat berakibat kematian. Minimnya suplai oksigen membuat seluruh organ tubuh, termasuk jantung dan otak, bekerja keras menjalankan fungsinya. Itulah mengapa, mendengkur dalam jangka panjang bisa mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, dan jantung. Kadar oksigen yang fluktuatif dapat merusak lapisan sel dalam pembuluh darah. Naaaah lumayan berbahaya kan bray.
Terus gimana buat berhenti dari ngorok itu sendiri?
Banyak metode yang gw temuin dari hasil browsing, tapi berikut ini cara yang cukup ampuh dan masuk akal untuk menghentikan ngorok dari segi posisi dan kondisi tidur. Oke, check this out bebeh:
1. Tidur menyamping
Orang akan cenderung ngorok ketika tidur telentang (kepala menghadap atas), tidur telen baut aja bahaya, apa lagi tidur dengan telen tang*ya ga bray?. Cobalah untuk tidur menyamping untuk menghetikan ngorok.
2. Meninggikan kepala
Gunakanlah minimal 2 tumpuk bantal, karena tidur dengan kepala yang ditinggikan bisa mempermudah sistem pernapasan kita. Buat yang miskin bantal, cobalah untuk berkunjung ke toko furniture terdekat. :)
3. Tetapkan pola tidur yang teratur
Tetapkan jam tidur, serta pastikan mendapatkan durasi waktu tidur yang cukup dan kualitas tidur yang baik.
Katanya jomlohh berkualitas elit, masa tidurnya ga berkualitas.
4. Menjaga udara kamar tidur tetap lembab
Bukan cuma kulit doang yang membutuhkan pelembab, kamar tidur juga, untuk mengantisipasi tidur ngorok. Karena udara yang kering bisa mengiritasi selaput di hidung dan tenggorokan, yang akan memperbesar peluang lu untuk tidur dengan ngorok. Caranya lu bisa menggunakan humidifier(alat pelembab udara).
Masih banyak tips untuk menghentikan ngorok, dari segi kesehatan dan lain-lainnya. diatas hanya sebagian yang gw bahas. Mungkin untuk lebih banyak lagi kalian bisa googling. Pada intinya cara tidur sehat akan menjauhkan kita dari penyakit ngorok.
Mungkin itu aja yang bisa gw share kali ini. Kalo kalian punya pengalaman ngorok atau teman yang menderita penyakit ini, silahkan share ya :)
Dan ingatlah bray! bila sakit berlanjut hubungi dokter.*kata iklan
See ya ._.
